Politeknik Kesehatan Kemenkes

TRY OUT CPNS 2021

Pusat Pembelajaran CPNS ONLINE 2021.

Siap CPNS 2021?

Tersedia Soal-soal CPNS dan Trayout CPNS 2021

Senin, 05 Januari 2015

Kemenkes Siap Tindak Tegas Penyimpangan BPJS Kesehatan


Kementerian kesehatan (Kemenkes) akan menindak tegas penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Pada tahun 2015, pihak Kemenkes akan mempertegas peraturan dan punishment yang nantinya akan diberikan.

"Itu sudah kita siapkan untuk 2015. Mana yang kita anggap bandel, klaimnya di luar kebiasaan dan sebagainya," kata Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes Akmal Taher saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Senin (5/1/2014).

Menurutnya, saat ini belum ada data detil yang menunjukkan penyimpangan tersebut. Namun akan selalu ada kemungkinan itu, sehingga perlu diwaspadai sejak sekarang.

"Tahun ini akan kita pertegas. Tahun pertama itu kan sosialisasi. Ada salah klaim itu kan belum tentu dia sengaja," tambah Akmal.

Akmal mengatakan kesalahan bisa saja terletak pada sistem coding. Sehingga ada pembayaran yang berubah.

"Kemarin tidak mencolok tapi pantauan kita kan tidak terlalu bagus. Sekarang kita tingkatkan pemantauannya. Prinsipnya kita lebih baik mencegah," kata dia.
Share:

Minim Tenaga dan Sarana Kesehatan, Kementerian Desa Gandeng Kemenkes

Tenaga dan sarana kesehatan untuk mewujudkan perdesaan sehat ternyata masih minim.
Tak ayal, pada awal tahun 2015, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersinergi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memprioritaskan wilayah-wilayah perbatasan yang bertumpu pada pembangunan Puskesmas, bidan desa, dan ketersediaan air bersih

"Kebijakan pembangunan ini dalam kerangka keterjangkauan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan percepatan keberdayaan masyarakat desa dalam budaya sehat," ujar Menteri Desa Marwan Jafar, Sabtu (3/12).

Menteri Marwan Jafar mengatakan, pembangunan perdesaan sehat akan berdampak pada daya dan budaya sehat bagi masyarakat desa. Hal ini, menurut Marwan, penting dilakukan dalam rangka mempercepat terwujudnya Desa Mandiri sesuai tujuan pembangunan kesehatan dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Mengacu pada hasil pendataan Potensi Desa (Podes) 2011, Menteri Marwan menegaskan bahwa sebaran tenaga dan sarana kesehatan di desa-desa terutama pada wilayah kepulauan masih sangat kecil sekali.
Marwan menyebutkan, dari 5.427 desa dengan jumlah 7.647.788 penduduk di wilayah kepulauan, hanya terdapat 874 Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).  Sementara, bidan desa berjumlah 5.179.
"Dari data ini menunjukkan kekurangan sebanyak 4.533 Poskesdes, dan 248 bidan," ujarnya.
Idealnya, ujar Marwan, satu desa terdapat satu sarana kesehatan meliputi satu Pokesdes, satu bidan dan satu perawat.
Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek menjelaskan, dukungan yang diharapkan dari Kementerian Desa, yakni penggunaan indeks pembangunan kesehatan masyarakat sebagai basis referensi data penentuan lokasi prioritas.  Kemudian, penguatan fasilitas usaha kesehatan berbasis masyarakat  dan pemberdayaan masyarakat di desa.

  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Share:

Kemenkes Pantau Klaim BPJS

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengawasi pengajuan klaim para peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada tahun ini. Hal tersebut dilakukan agar nilai pengajuan klaim tidak membengkak atau di luar batas wajar.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Upaya Kesehatan Kemenkes, Akmal Taher mengungkapkan, pengawasan ini sudah disiapkan Kemenkes pada 2015. Sementara pelaksanaan BPJS Kesehatan tahun lalu masih diiringi dengan tahapan sosialisasi.

"Pengawasan moral hazard sudah kami siapkan untuk 2015. Mana yang kami anggap bandel atau klaim di luar kebiasaan dan sebagainya," ujar dia di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (5/1/2015).

Pemerintah, tambahnya, akan mempertegas pengawasan tersebut mulai tahun ini supaya pengajuan nilai klaim jaminan kesehatan tidak terlampau tinggi dan dapat memberatkan anggaran BPJS Kesehatan.

"Di negara lain selalu ada kemungkinan itu (klaim ketinggian), tahun ini kita pertegas. Kalau tahun pertama kan sosialisasi, ada salah klaim belum tentu dia sengaja. Itu sistem coding, pembayaran yang berubah, semua harus disosialisasikan," tutur dia.

Menurut Akmal, pelaksanaan BPJS Kesehatan pada tahun lalu masih carut marut terutama menanggung klaim yang sangat besar. Pihak Rumah Sakit seharusnya mengetahui peraturan yang berlaku dalam pengajuan klaim peserta BPJS Kesehatan.

"RS harusnya mengetahui peraturannya, jadi nggak merasa ditipu, klaimnya ketinggian. Tahun lalu tidak mencolok tapi pantauan kami tidak terlalu bagus. Sekarang kita tingkatkan pemantauan, lebih baik mencegah kan. Sudah ada badan pengawas kok di RS, intern dan sistemnya juga ada," papar dia. (Fik/Gdn)
Share:

Minggu, 06 Juli 2014

Panduan Sahur Sehat Agar Tubuh Tak Lemas Saat Beraktivitas

Supaya tetap bugar menjalani aktivitas seharian, sahur sebaiknya memang tidak dilewatkan. Sebab, makanan dan minuman saat santap sahur akan menjadi sumber energi selama tubuh tidak mendapat asupan kurang lebih 12 jam lamanya.

Nah, agar tubuh tetap fit dan terhindar dari masalah kesehatan seperti perut kembung, begah, hingga tubuh terasa lemas, menu saat sahur pun patut diperhatikan lho.

Seperti diutarakan ahli gizi Rita Ramayulis DCN, MKes, kepada detikHealth, Selasa (1/7/2014) berikut ini menu sahur sehat yang harus diperhatikan:

1. Asup makanan low GI (indeks glikemik rendah)

"Konsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah karena makanan low GI bisa mensuplai energi secara lamban tapi terus menerus. Kalau high GI cepat memberi energi yang besar tapi nggak bisa bertahan lama padahal selama puasa 12 jam ke depan kita jadi butuh energi," terang Rita.

Makanan rendah indeks glikemik contohnya karbohidrat berserat seperti nasi merah serta kombinasi nasi putih dan merah. Atau, menurut Rita yakni nasi putih yang dikombinasikan dengan satu mangkuk supaya. Sebab jika hanya nasi saja maka indeks glikemiknya tinggi.

Pilihan lain yakni roti gandum. Jika tidak suka bisa mengonsumsi roti tawar dengan sedikit selai atau cokelat meises. Rita menyarankan lebih baik roti tawar dikombinasikan dengan putih telur rebus dan sedikit saus atau mayonnaise.

"Jangan lupa jus buah tanpa ditambahkan gula. Indeks glikemik menjadi rendah ketika kita bisa mengombinasi karbohidrat dengan protein yang berlemak rendah," kata Rita.
2. Pilih makanan dengan kandungan protein rendah lemak

Dikatakan Rita, protein akan lebih lama dicerna di lambung yakni dalam waktu 3-4 jam sehingga bisa membuat seseorang kenyang lebih lama. Nah, beberapa makanan yang mengandung protein lemak rendah adalah putih telur, ikan, tempe, tahu, ayam tanpa kulit, serta daging tanpa lemak.

"Akan lebih baik lagi jika ditambah dengan sayur dan buah utuh yang dikonsumsi dalam keadaan segar, kalau dijus jangan disaring karena indeks glikemiknya tinggi," kata Rita.
3. Hindari makanan dengan kandungan lemak tinggi

Menurut Rita, makanan yang dikonsumsi saat sahur harus yang mudah dicerna. Jika mengonsumsi makanan yang sulit dicerna, setelah sahur organ tubuh justru sibuk memetabolisme makanan saat sahur. Sehingga, energi yang dibutuhkan bertambah, tenaga pun berkurang dan mengakibatkan kita lemas.

"Makanan apa yang membuat kerja organ kita berat? yaitu makanan dengan lemak tinggi seperti goreng-gorengan atau olahan dengan menggunakan santan kental, itu nggak dianjurkan karena membuat tubuh sulit mencernanya," kata dosen jurusan Gizi di Poltekkes II Jakarta ini.
4. Hindari minuman diuretik

"Minuman seperti kopi dan teh kental nggak dianjurkan. Selain itu juga minuman bersoda dan minuman ringan sebaiknya jangan," ucap Rita.

Jika ingin membuat teh, setiap 200 cc air gunakan satu sdm gula pasir datar. Ketika mencelupkan teh dan dirasa warnanya sudah berubah pun segera angkat teh celup agar tidak terlalu kental.
5. Hindari makanan pedas

"Tidak boleh mengonsumsi makanan yang pedas karena prinsipnya meningkatkan kerja asam lambung dan bisa merusak dinding lambung. Takutnya dua jam setelah sahur perut malah perih," kata Rita.
Share:

92 Persen Anak Derita Gigi Berlubang

Sekitar 92 persen gigi anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) di Palembang mengalami gigi berlubang. Data ini hasil penelitian yang dilakukan salah satu dosen dari Politekhnik Kesehatan (poltekkes) Jurusan Keperawatan Gigi Palembang.

Sebagai pengabdian kepada masyarakat, kemarin, Poltekkes Jurusan Keperawatan Gigi Palembang melakukan pemeriksaan gigi dan mengajak sikat gigi massal kepada siswa  di Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 2 Model Palembang.

Pantauan Sumatera Ekspres, berbagai ekspresi wajah ceria terlihat dari anak kelas III, IV dan V MIN 2 Model Palembang. Saat per satu tim dari Poltekkes melihat gigi mereka dengan bantuan beberapa alat medis. Sebelumnya juga para siswa mengikuti kegiatan sikat gigi massal.

“Karena banyak anak yang menderita gigi berlubang, sebagai kegiatan pengabdian ke masyarakat ini kami  melakukan pemeriksaan gigi di setiap sekolah,”ungkap salah satu dosen sekaligus drg dari Poltekkes jurusan Keperawatan Gigi Palembang, drg Nandang Koswara MKes, di sela-sela kegiatan.
Menurutnya, banyak penyebab gigi berlubang. Antara lain karena jarang menggosok gigi, pengaruh makanan manis juga menjadi pemicu. Untuk itu dengan diajarkan menyikat gigi sejak dini para anak-anak dapat membiasakan diri melakukan hal tersebut.

”Kami juga memberikan penyuluhan kepada masyrakat hingga ke tingkat RT untuk mengajak pentingnya merawat gigi,”bebernya.

Diakuinya, penyuluhan sangat penting, sebelum melakukan perawatan, karena sebagai promosi agar menjaga kebersihan dengan cara mudah, murah dan praktis. Kalau dari anak-anak memiliki gigi berlubang yang masih kecil bisa dilakukan penambalan.

Pihaknya bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang dan Kementerian Kesehatan akan terus melakukan hal tersebut. Bahkan tahun ini ada empat kegiatan pengabdian yang dilakukan ini.
Sementara itu, Kepala MIN 2 Model Palembang, Budiman SPdI MPd menambahkan, pihaknya berterima kasih kepada para tim dari Poltekkes Jurusan Kesehatan Gigi Palembang yang melakukan pengabdian masyarakat di sekolahnya. Kalau selama ini biasanya dilakukan dari Puskesmas.
”Semoga dengan adnya kegiatan ini dapat terus memotivasi semua murid melakukan kebersihan khususnya gigi,”tukasnya.(uni/via)
Share:

Mau Begadang Nonton Bola di Bulan Ramadan? Ini yang Harus Diperhatikan

Puasa di bulan Ramadan nampaknya tidak menjadi halangan bagi para pecinta sepak bola untuk menyaksikan piala dunia. Begadang pun terkadang tetap dilakukan meskipun waktu tidur berkurang karena harus santap sahur di pagi harinya.

Nah, dikatakan ahli gizi Rita Ramayulis DCN, MKes, ketika malam hari kegiatan kegiatan organ dalam tubuh menurun sampai 50 persen. Tetapi, ketika begadang ada upaya pemaksaan organ tubuh untuk bekerja lebih berat. Padahal, malam hari adalah masa organ beristirahat.

"Tapi kan kita ajak organ ini tetap bekerja untuk memompa darah guna menjaga kesadaran kita saat nonton bola. Oleh karena itu, jangan pernah tambahkan makanan yang membuat kerja organ kita makin berat," tutur Rita saat dengan detikHealth dan ditulis pada Minggu (6/7/2014).

Maka dari itu, untuk memperoleh sumber energi bagi tubuh, Rita menyarankan pilihlah camilan yang mudah dicerna. Sebaiknya jangan pilih gorengan atau minuman bersoda sebagai teman menonton bola.

"Jadi kalau malam hari pilih minuman yang hangat untuk mempertahankan suhu tubuh kita, teh manis boleh tapi sedikit. Jangan minuman soda dan kopi kental. Kalau mau minum kopi sedikit saja supaya tubuh kita bisa lebih bertahan," tambah dosen jurusan Gizi Poltekkes II Jakarta ini.

Jika ingin mengonsumsi one dish meal, seperti nasi goreng diperbolehkan tetapi dalam porsi yang lebih sedikit. Lalu, usahakan dipadu dengan buah segar atau jus buah. Sebab, one dish meal pada prinsipnya bisa memperberat kerja organ. Jus buah atau buah segar yang dikonsumsi pun sebaiknya tidak dalam kondisi dingin karena dimasukkan ke dalam kulkas. Sebab, akan sulit dicerna lambung. Maka dari itu, ada baiknya, keluarkan sejenak buah atau jus tersebut.

"Pilihan camilan yang paling bagus ya cracker, roti bakar, roti, camilan yang terbuat dari tepung, sereal, atau kacang-kacangan. Itu kan lebih baik daripada gorengan," kata Rita.

Ia mengingatkan, saat seseorang kurang tidur, makanan tidak bisa menggantikan waktu tidur yang hilang. Dengan kata lain, jika kurang tidur maka gantilah dengan tidur. Saat banyak begadang di malam hari, Rita menyarankan sempatkan istirahat setengah sampai satu jam di siang hari supaya tubuh tetap berstamina.
Share:

Buku CPNS 2021

Tryaout CPNS 2021