Poltekkes Tanjungkarang

Politeknik Kesehatan Tanjungkarang
Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjungkarang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia nomor : 298/Menkes-Kesos/SK/IV/2001, merupakan penggabungan dari 5 (lima) Akademi Kesehatan yang ada di Provinsi Lampung. Akademi-akademi tersebut berubah menjadi jurusan, yaitu Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Lingkungan, Analis Kesehatan, Kesehatan Gigi, DIV Promkes, dan DIV Analis Kesehatan.

Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang merupakan Unit Pelaksana Teknis Kemenkes RI dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Badan PPSDM Kesehatan). Pembinaanya secara adminitrasi dilakukan oleh Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan dan secara teknis oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan (Pusdiklatnakes). Sampai saat ini Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjungkarang mengelola 8 Jurusan terdiri dari Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Lingkungan, Analis Kesehatan, Kesehatan Gigi, Gizi, Teknik Gigi, Farmasi dan 8 Program Studi terdiri dari Program D.III Keperawatan Kotabumi, Program D.III Kebidanan Metro, Program D.IV Keperawatan, Program D.IV Bidan Pendidik, Program D.IV Bidan Klinik, D.IV Kesehatan Lingkungan, D.IV Promkes dan D.IV Analis Kesehatan.

Pelaksanaan kegiatan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 890/MENKES/PER/VIII/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Kesehatan yang kemudian dijabarkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: OT.02.03/1/4/03440.1, Tanggal 1 Juli 2008, tentang Pedoman Organisasi dan Tatalaksana Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan RI kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjungkarang No. KP.01.03/I.2/0484/2011 Tanggal 18 Februari 2011 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.

1. Visi Visi merupakan cita-cita dan tujuan yang hendak dicapai oleh Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang dalam menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga pimpinan berserta seluruh civitas akademika memiliki pedoman atau acuan dalam menyelenggarakan kegiatan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Dosen dan pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsinya terarah pada pencapaian Visi. Visi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjungkarang adalah:
Menjadi Pendidikan Tinggi Kesehatan yang Profesional, Unggul dan Mandiri

Definisi operasional Visi:
a. Profesional; Melaksanakan pendidikan sesuai dengan kompetensi di setiap jurusan.
b. Unggul;
1) Memiliki banyak Jurusan
2) Memiliki Laboratorium Terpadu dan Klinik Terpadu yang merupakan lahan praktik, selain itu dapat digunakan untuk masyarakat umum dan swasta.
3) Mandiri; Mampu menyelenggarakan pendidikan dengan sarana dan prasaran yang dimiliki.


2. Misi
Visi tersebut diuraikan dalam bentuk Misi dengan tujuan untuk mempersiapkan langkah–langkah strategis yang hendak dilaksanakan oleh Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjungkarang dalam kurun waktu 5 tahun kedepan. Uraian Visi ke dalam Misi organisasi dilakukan sesuai dengan kriteria utama dalam visinya yang terangkum dalam kata Profesional, Unggul dan Mandiri sebagai berikut :
  • Melaksanakan pendidikan dan pengajaran dengan ilmu dan teknologi terkini di bidang kesehatan untuk membentuk sumber daya manusia yang profesional, mandiri, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Mengembangkan ilmu dan teknologi di bidang kesehatan melalui penelitian berkelanjutan.
  • Meningkatkan pengabdian masyarakat dengan menerapkan teknologi tepat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan.
  • Mengembangkan dan meningkatkan kemitraan dengan pihak terkait dalam mendukung Tri Darma perguruan tinggi.

3. Tata Nilai
  1. Nilai Dasar/Nilai Utama. Proses penyelenggaraan layanan pendidikan tenaga kesehatan di Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjungkarang bagi setiap individu yang terlibat harus dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, disiplin, rajin, jujur, adil, terbuka, lugas, konsisten, kebersamaan, profesional, unggul dan mandiri serta saling menghargai dan bertanggung jawab terhadap tugas dan tindakannya berdasarkan peraturan, etika, dan moral sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
  2. Nilai Pelayanan
    Memberikan pelayanan yang bermutu secara konsisten dengan melakukan upaya peningkatan mutu lulusan dan jasa secara berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan internal (kementerian kesehatan) dan eksternal (stakeholders) antara lain memperhatikan kepuasan pelanggan, kesetaraan, dapat dipercaya, tepat waktu, terjangkau, sistematis, dan dinamis.
  3. Nilai Manfaat
    Menghasilkan lulusan dan pelayanan yang memberi manfaat bagi penyelesaian berbagai isu strategis dan menghasilkan metode atau model baru melalui penelitian yang terus menerus bidang kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
  4. Nilai Pro Mahasiswa
    Dalam penyelenggarakan pendidikan selalu mendahulukan kepentingan mahasiswa dan haruslah menghasilkan yang terbaik bagi mahasiswa, diperolehnya lulusan yang kompetitif, mempunyai jiwa kewirausahaan dan mandiri, sifat inovatif, kreatif, berdaya saing tinggi.
  5. Nilai Responsif
    Program pendidikan Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjungkarang harus mengacu sesuai kebutuhan pelanggan (stakeholders/user) serta tanggap dan proaktif dalam mengevaluasi program pendidikan secara berkesinambungan berdasarkan kompetensi kebutuhan user.
Jurusan :
  1. Keperawatan
  2. Kebidanan
  3. Kesehatan Lingkungan
  4. Keperawatan Gigi
  5. Analis Kesehatan
  6. Gizi
  7. Farmasi
  8. Teknik Gizi
Alamat :
JL. Soekarno Hatta, No. 1, Lampung, Indonesia
+62 721 783852

Website :http://poltekkes-tjk.ac.id/index.php/web/web

Poltekkes Tasikmalaya

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tasikmalaya

Politeknik Kesehatan Tasikmalaya
Melalui proses panjang, perkembangan Pendidikan Kesehatan dari mulai tahun 1970-an bermula Sekolah Penjenang Kesehatan, Tahun 1980-an ditingkatkan menjadi Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) termasuk Program D-I, Program Pendidikan Bidan (PPB) dan Sekolah Pengaturan Rawat Gigi (SPRG). Tahun 1993 ditingkatkan statusnya menjadi Akademi Keperawatan (AKPER), Akademi Kebidanan (AKBID) dan Akademi Kesehatan Gigi (AKG). Pada tanggal 16 April 2001 dengan Kepetusan Meteri Kesehatan RI 298/MenKes-Kesos/SK/IV/2001 tahun 2001 secara resmi tiga Akademi yang berada di Tasikmalaya dan dua Akademi di Cirebon digabungkan menjadi satu institusi pendidikan kesehatan, dengan nama Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tasikmalaya. 


Sejarah Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasikmalaya

A.    Dasar Pemikiran Pendirian
Sesuai dengan Pedoman Organisasi dan Tatalaksana Politeknik Kesehatan KemenKes RI, maka dasar pemikiran pendirian Politeknik Kesehatan KemenKes Tasikmalaya adalah : pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri. Keberhasilan pembangunan kesehatan dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama SDM kesehatan bermutu yang berperan sebagai pemikir, perencana, pelaksana, penggerak dan pengawas pembangunan kesehatan.         
Di era globalisasi masyarakat semakin kritis terhadap segala aspek, termasuk terhadap mutu pelayanan kesehatan yang berkualitas. Selain itu, kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan semakin meningkat sejalan dengan peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat maupun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era keterbukaan ini. Perubahan dan perkembangan ini sangat mempengaruhi orientasi pelayanan kesehatan dari pelayanan yang lebih bersifat promotif dan perventif bagi masyarakat luas.
Implikasi perubahan orientasi pelayanan kesehatan adalah perubahan pendekatan dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan penyesuaian karakteristik maupun mutu SDM kesehatan yang melaksanakan pelayanan kesehatan tersebut.
SDM yang bermutu hanya dihasilkan oleh institusi pendidikan tenaga kesehatan (diknakes) yang bermutu pula. Oleh karena itu, perlu dikembangkan upaya untuk meningkatkan kualitas diknakes melalui peningkatan kualitas manajemen institusi pendidikan.
Salah satu upaya yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas manajemen institusi pendidikan adalah dengan mengembangkan organisasi dan tata laksana Politeknik Kesehatan (Poltekkes KemenKes RI).
 
B.     Kedudukan, Tugas dan Fungsi Politeknik KemenKes Kesehatan
  1. Kedudukan
Poltekkes KemenKes adalah unit pelaksana teknis di lingkungan Departemen Kesehatan, yang berada dibawah dan  bertanggung jawab kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDM Kesehatan), dan dipimpin oleh seorang Direktur.
Direktur Poltekkes KemenKes dalam melaksanakan tugasnya secara teknis fungsional dibina oleh Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan, secara administratif dibina oleh Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan.
  1. Tugas
Poltekkes KemenKes mempunyai tugas melaksanakan pendidikan profesional dalam program Diploma III dan/ atau Program Diploma IV sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  1. Fungsi
Politeknik KemenKes Kesehatan mempunyai fungsi:
a.       Pelaksanaan pengembangan pendidikan profesional dalam sejumlah keahlian di bidang kesehatan.
b.      Pelaksanaan penelitian di bidang pendidikan profesional dan kesehatan.
c.       Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.
d.      Pelaksanaan pembinaan Civitas Akademika dalam hubungannya dengan lingkungan.
e.       Pelaksanaan kegiatan pelayanan administratif.


JURUSAN DAN PROGRAM STUDI

1.  JURUSAN KEPERAWATAN :
a.  PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN TASIKMALAYA
b.  PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN CIREBON
 
2.   2.  JURUSAN KEBIDANAN
a.    PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN  TASIKMALAYA
b.    PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN KLINIK TASIKMALAYA
c.    PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN CIREBON
d.    PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN KLINIK CIREBON
 
3.   3.  JURUSAN KEPERAWATAN GIGI
a.    PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN GIGI TASIKMALAYA
b.    PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN GIGI TASIKMALAYA
 
4.   4. JURUSAN GIZI
a.    PROGRAM STUDI DIPLOMA III TASIKMALAYA
b.    PROGRAM STUDI DIPLOMA III CIREBON
 
5.   5. JURUSAN PEREKAM DAN INFORMASI KESEHATAN
a.    PROGRAM STUDI DIPLOMA III PIKES TASIKMALAYA
b.    PROGRAM STUDI DIPLOMA III PIKES CIREBON
 
6.   6.  JURUSAN FARMASI
a.    PROGRAM STUDI DIPLOMA III PIKES TASIKMALAYA


ALAMAT
Jalan Cilolohan, Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat 46115, Indonesia
+62 265 340186

Bagaimana Agar Tekanan Darah Tidak Tinggi

Memiliki tubuh yang sehat merupakan harapan semua orang. Hal ini bisa di tandai dengan tekanan darah yang tetap normal. Dengan tekanan darah yang selalu stabil, maka kerja organ-organ tubuh juga akan optimal pula. Anda tentu akan menghindari dari kemungkinan terkena tekanan darah tinggi atau hipertensi. Lalu, adakah tips mudah agar tekanan darah tidak tinggi dan selalu stabil...???

     Hipertensi atau penyakit karena tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang harus kita hindari. Tahukah anda, bahwa memiliki tekanan darah tinggi dapat menyebabkan komplikasi laiinya terutama dapat menganggu sistem kerja jantung, penyakit stroke dan juga bahkan disfungsi ereksi. Oleh karena itulah, tips kesehatan kali ini akan mengetengahkan sebuah artikel yang mungkin akan sangat bermanfaat bagi pembaca. Tips kesehatan, berikut ini tips mudah agar tekanan darah tidak tinggi :


  1. Tips pertama yaitu dengan mendengarkan musik yang beatnya stabil serta melakukan latihan pernafasan ternyata sangat baik untuk menjaga agar tekanan darah anda tetap normal. Ini dikarenakan, mendengarkan musik merupakan media yang sangat baik untuk melebarkan arteri, menghilangkan cemas dan mampu menghindarkan anda dari penyempitan pembuluh darah pada tubuh.
  2. Tips kedua yaitu dengan melakukan aktivitas tertawa. Tertawa ternyata sangat baik untuk menjaga agar tekanan darah anda tetap stabil. Tertawa teryata juga dapat membuat pembuluh darah membesar sebesar 22 %. Sehingga akan membuat pembuluh darah meluas yang akan sangat baik untuk meningkatkan sirkulasi darah pada tubuh dan pada akhirnya akan mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi. 
  3. Tips yang ketiga yaitu dengan mengkonsumsi coklat hitam. Coklat hitam ternyata dapat menjaga tekanan darah pada tubuh anda tetap normal pula. Menurut studi yang dilakukan di italia pada tahun 2008 menyatakan bahwa mengkonsumsi coklat hitam setiap hari selama 15 hari dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik. Oleh karena itulah, mengkonsumsi coklat hitam merupakan salah tips mudah agar tekanan pada darah anda tetap stabil.
  4. Tips yang keempat yaitu menyediakan alat pengukur tekanan darah dirumah. Hal ini merupakan tips yang sangat efektif untuk mengetahui tekanan darah dalam tubuh anda setiap waktu. Anda dapat mengukur tekanan darah anda di waktu senggang anda setiap hari dengan alat pengukur tekanan darah yang anda miliki sendiri.


AC Punya Dampak Buruk untuk Kesehatan

Sekarang, sepertinya hampir semua orang bergantung pada pendingin ruangan (air conditioner/AC) dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Lihat saja, gedung perkantoran, rumah sakit, mal, sekolah, bahkan rumah Anda pun sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan.

AC tentu saja sangat berguna bagi mengingat cuaca yang kian hari kian semakin panas. Namun, meskipun membantu terhindar dari suhu panas, rupanya AC juga memiliki pengaruh buruk bagi kesehatan.

Berikut lima masalah kesehatan yang bisa muncul akibat paparan AC:

1. Sakit kepala dan kelelahan
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang bekerja di lingkungan ber-AC mungkin mengalami sakit kepala kronis dan kelelahan. Mereka yang bekerja di gedung yang terus dipompa penuh dengan udara dingin juga bisa mengalami iritasi selaput lendir dan sesak napas. Hal itu membuat Anda lebih rentan terhadap pilek, flu, dan penyakit lainnya.

2. Kulit kering
Berjam-jam berada di ruangan ber-AC dapat membuat kulit Anda kering lantaran kehilangan kelembapannya. Untuk itu, Anda perlu menggunakan lotion atau pelembap kulit untuk menghindari kekeringan pada kulit.

3. Memperparah penyakit
AC diketahui dapat meningkatkan beberapa penyakit yang sudah diderita. AC terkenal meningkatkan gejala tekanan darah rendah, arthritis, dan neuritis.

4. Sulit bertahan di suhu panas
Orang yang lebih sering berada di ruangan ber-AC akan sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan panas. Intoleransi pada panas dapat mengakibatkan kematian lantaran tidak bisa menyeimbangkan tubuh dari suku dingin ke suhu panas.

5. Masalah pernapasan
AC mobil mengandung banyak kuman dan mikroorganisme yang dapat menimbulkan masalah pernapasan. AC juga mengandung ligionairre, suatu penyakit menular yang dibawa udara. Penyakit ini dapat menimbulkan demam tinggi dan radang paru-paru. (Ningtriasih / Globalnews)


Banyak Teman Bermanfaat bagi Kesehatan

Memiliki teman baik atau sahabat, ternyata dapat membuat Anda lebih sehat secara fisik. Tak hanya itu, hidup dikelilingi teman-teman yang menyayangi, juga mampu meningkatkan kesejahteraan mental. Demikian data yang diungkap menurut sebuah studi terbaru, yang dilakukan para peneliti di Concordia University, Montreal.

Seperti yang dilansir dari CVT News, studi itu melibatkan 60 mahasiswa internasional yang hidupnya berpindah-pindah dari waktu ke waktu. Profesor psikologi, Jean-Philippe Gouin, mengamati kesehatan mereka selama lima bulan.

Gouin melihat tingkat integrasi sosial mereka, serta seberapa kesepian mereka dengan cara mengisi kuesioner. Bersama tim riset, ia kemudian coba mendeteksi detak jantung peserta studi, dengan melihat variabilitas detak jantung frekuensi tinggi (HF-HRV), yang dikenal di kalangan medis untuk menjadi indikator parasimpatis kesehatan sistem saraf.

"Studi lain telah menunjukkan bahwa individu dengan variabilitas detak jantung yang lebih rendah mengalami peningkatan risiko mengembangkan kesehatan yang buruk, termasuk risiko lebih besar mengidap penyakit jantung," ujar Gouin.

Variabilitas denyut jantung imigran yang membentuk persahabatan dan memperluas jaringan sosial mereka juga dilaporkan meningkat. Sementara itu, mereka yang mengisolasi dan menutup diri mengalami penurunan denyut jantung.

"Studi ini menunjukkan fakta bahwa isolasi sosial yang berkepanjangan akan memberi efek negatif efek pada kesehatan fisik," tuturnya. Gouin juga mengatakan, studinya berlaku tidak hanya untuk imigran dan mahasiswa, tetapi juga kepada siapa pun yang hidupnya selalu berubah-ubah.

"Pesan ini sangat jelas, Anda harus menjangkau orang lain. Semakin cepat Anda berhasil bersosialisasi di tempat baru, semakin sehat," tambahnya. Studi tersebut diterbitkan dalam Annals of Behavioral Medicine.

 

Terlalu Banyak Duduk, Jadi Bom Waktu Kesehatan

Seharian menghabiskan waktu dengan duduk berarti Anda sangat jarang melakukan aktivitas fisik. Ini memang sudah menjadi gaya hidup orang modern yang rata-rata bekerja di balik meja, menghabiskan waktu lebih dari dua jam duduk di kendaran, dan bersantai dengan menonton televisi.

Hasil penelitian David Alter dan tim dari University Health Network, Kanada, menunjukkan, orang-orang yang terlalu banyak duduk setiap hari itu lebih berisiko diabetes, penyakit jantung, kanker, dan usia hidupnya lebih pendek.  Bahkan jika mereka telah berolahraga sekalipun

"Studi kami menemukan, meningkatkan aktivitas fisik bahkan  tidak cukup untuk mengurangi risiko penyakit," kata Alter.

Alter melihat 47 penelitian sebelumnya yang meneliti hubungan antara duduk dan kematian. Penelitian itu telah dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine. Peneliti menemukan bahwa orang yang duduk dalam waktu lama, sebanyak 24 persen lebih berisiko meninggal dunia akibat masalah kesehatan dibanding mereka yang kurang duduk.

"Jika Anda duduk lebih dari 8 jam per hari, banyak efek negatif untuk kesehatan,” ujar pimpinan peneliti Aviroop Biswas dari Universitas Toronto.

Para peneliti juga menemukan bahwa terlalu lama duduk dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 18 persen dan 17 persen meningkatkan risiko kematian akibat kanker. Selain itu juga sangat berisiko terkena diabetes tipe 2.

Adapun jenis kanker yang diderita biasanya kanker payudara, usus besar, endometrium dan kanker ovarium.

Sayangnya, olahraga tidak dapat menghilangkan risiko penyakit tersebut jika sehari-hari telah terlalu lama duduk, melainkan hanya dapat mengurangi risiko. Jadi, sering-seringlah mengambil jeda dari duduk dan melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan atau melakukan peregangan.