Poltekkes Manado

Poltekkes Manado
Sejarah Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado, awalnya terdiri dari beberapa Akademi yaitu Akademi Keperawatan, Akademi Kebidanan, Akademi Gizi, Akademi Kesehatan Lingkungan.
Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado adalah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan profesional tenaga kesehatan yang dibentuk berdasarkan keputusan Menteri kesehatan dan Kesejahteraan Sosial nomor 298/Menkes.Kesos/SK/IV/2001 tanggal 16 April 2001. Penggabungan beberapa Akademi di Lingkungan Departemen Kesehatan menjadi Politeknik Kesehatan merupakan salah satu upaya pengembangan sumber daya tenaga kesehatan yang harus pula disesuaikan dengan adanya perubahan kebijakan dan perangkat ketentuan penyelenggaraan pendidikan Tenaga Kesehatan.
Pada saat ini Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado memiliki 4 Program Studi Diploma IV, yaitu D-IV Kesehatan Lingkungan (Minat Epidemiologi Lingkungan & PAPLC), D-IV Gizi (Minat Gizi Klinik & Gizi Masyarakat), D-IV Kebidanan (Minat Bidan Pendidik) dan D-IV Keperawatan (Minat Gawat Darurat) serta memiliki 6 Program Studi Diploma III, yaitu D-III Keperawatan, D-III Kebidanan, D-III Gizi, D-III Kesehatan Lingkungan, D-III Farmasi dan D-III Kesehatan Gigi.
Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado dipimpin oleh seorang Direktur dengan dibantu oleh 3 (tiga) orang pembantu Direktur (Pudir), Kepala Sub bagian, Koordinator Urusan & Kepala Unit. Pembantu Direktur ada tiga yaitu Pudir I membidangi Akademik, Pudir II membidangi keuangan, kepegawaian dan umum serta pudir III yang membidangi Kemahasiswaan. Kepala sub bagian ada 2 yaitu : Kepala Sub bagian Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Sistim Informasi dan Kepala Sub Bagian Administrasi umum keuangan dan kepegawaian. Sedangkan Kepala Unit ada 7 yaitu : Unit penelitian dan pengabdian pada Masyarakat, Unit Laboratorium, Unit Perpustakaan, Unit Komputer, Unit Bengkel, Unit Asrama dan Unit Pemeliharaan dan perbaikan.
Sedangkan untuk kelancaran proses belajar mengajar di tiap-tiap Jurusan diketuai oleh seorang Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi dan dibantu oleh Sekretaris Jurusan, dan unit yang menangani masalah pendidikan dan Kemahasiswaan serta unit-unit lain sebagai penunjang penyelenggaraan proses belajar mengajar dan Pengabdian kepada masyarakat.

Jurusan dan Program Studi di Poltekkes Kemenkes Manado

1) Jurusan Keperawatan (Program Diploma III dan Sarjana Sains Terapan)
2) Jurusan Kebidanan (Program Diploma III dan Sarjana Sains Terapan)
3) Jurusan Gizi (Program Diploma III dan Sarjana Sains Terapan)
4) Jurusan Kesehatan Lingkungan (Program Diploma III dan Sarjana Sains Terapan)
5) Jurusan Farmasi (Program Diploma III)
6) Jurusan Keperawatan Gigi (Program Diploma III)
7) Jurusan Analis Kesehatan (Program Diploma III )



Kontak Kami :
Poltekkes Kemenkes Manado
 Jl. R.W. Monginsidi Malalayang II Manado Propinsi Sulawesi Utara - Indonesia
Web : http://poltekkesmanado.ac.id/index.php

Penerimaan Mahasiswa Baru Poltekkes Surakarta 2015

Penerimaan mahasiswa baru Poltekkes Surakarta telah dibuka, Jurusan  Fisioterapi menyediakan 130 kursi bagi mahasiswa baru. Berminat mendaftar?


Masa pendaftaran mahasiswa baru Politeknik Kesehatan Surakarta (Poltekkes) telah berlangsung sejak 26 Januari 2015 lalu. Pendaftaran dilaksanakan secara online dalam dua pilihan jalur, yakni jalur Penelusuran Minat dan Prestasi (PMDP) umum dan khusus keluarga miskin (gakin).


Pada masa penerimaan mahasiswa baru yang dibuka hingga 12 Maret 2015 mendatang itu,  Jurusan Fisioterapi menyediakan kuota 130 mahasiswa untuk dua program studi. Jurusan Fisioterapi Poltekkes Surakarta kini menyelenggarakan dua program studi, yakni D3 Fisioterapi dan D4 Fisioterapi.
Jurusan Fisioterapi di Poltekkes itu kelanjutan dari Akademi Fisioterapi Surakarta yang berdiri sejak 1964 silam. Dengan kata lain, Jurusan Fisioterapi itu merupakan pendidikan fisioterapi tertua di Solo.
“Kami memiliki Jurusan Fisioterapi tertua di Solo, yang merupakan kelanjutan dari Akademi Fisioterapi Surakarta. Saat ini, [Jurusan] Fisioterapi mengelola dua program studi dengan kuota 130 mahasiswa,” ujar Muhammad Mudatsyir Syatibi selaku Pembantu Direktur (Pudir) III, saat ditemui Solopos.com, Selasa (3/2/2015). (Eko Mafrundoni Aprillyanto/JIBI/Solopos.com)
Jurusan dan kuota mahasiswa baru Poltekkes Surakarta
NoJurusanProgram StudiKuota
1KeperawatanD3 Keperewatan
D4 Keperawatan
80
40
2KebidananD3 Kebidanan
D4 Kebidanan
80
80
3FisioterapiD3 Fisioterapi
D4 Fisioterapi
80
50
4Ortotik ProstotikD3 Ortotik Prostetik
D4 Ortotik Prostetik
30
30
5Okupasti TerapiD3 Okupasi Terapi
D4 Okupasi Terapi
50
50
6Terapi WicaraD3 Terapi Wicara
D4 Terapi Wicara
50
50
7AkupunturD3 Akupunktur
D4 Akupunktur
50
50
8JamuD3 Jamu80
Jumlah850
Sumber: Unit Humas dan Kerja Sama Poltekkses Surakart

Stikes Ahmad Yani Yogyakarta


YKEP senatiasa membawa kearah yang positif bagi kemajuan dan kesejahteraan anggotanya, melalui kerja, usaha dan karya nyata, yang disertai langkah tegas dan berani, berperan serta secara aktif dalam Pembangunan Bangsa dan Negara, termasuk kontribusi untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan pantang menyerah.Obsesi pendirian STIKES A. Yani Yogyakarta, adalah menjadi Lembaga Pendidikan Tinggi Kesehatan yang bertaraf internasional, dimana lulusannya mempunyai pasar global. Ciri-ciri global menurut pandangan Ketua Umum adalah Tidak Gagap Teknologi (wajib menguasai teknologi informatika), sanggup berkomunikasi global (wajib menguasai setidaknya bahasa Inggris), dan siap untuk pasar internasional (profesional dalam penerapan ilmu kesehatan).

Falsafah Dasar

Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) didirikan oleh para Purnawirawan Angkatan Darat, bahwa hak hidup lembaga pendidikan tinggi di bawah YKEP berasal dari dan terdapat dalam pengabdian dirinya pada masyarakat, partisipasi aktif membangun generasi Indonesia termasuk di dalamnya putra-putri keluarga besar TNI Angkatan Darat yang kompeten, berpegang teguh pada nilai ketaqwaan, kejuangan dan kebangsaan Indonesia, serta peran serta aktif dalam meningkatkan daya saing bangsa melalui penciptaan keunggulan-keunggulan, dimana hal ini dapat terwujud dengan perpegang teguh pada nilai dasar yang selalu mengedepankan kualitas dalam rangka mencerdaskan dan memberdayaan kehidupan bangsa serta memelihara nilai-nilai patriotisme, kejuangan dan kebangsaan Indonesia. Dengan berdasarkan falsafah dasar diatas, diharapkan STIKES A. Yani Yogyakarta mempunyai Landasan kerja berdasarkan Ketaqwaan Ketuhanan, Jujur, Ikhlas, Profesional, dan berjiwa Wirausahawan dan mampu mewujudkan mempunyai Visi, Mencetak atau menghasilkan tenaga profesional yang dilandasi Ketuhanan dengan Pengabdian Kebangsaan, berjiwa Kewirausahawan, dengan tujuan ikut dalam pembangunan bangsa. Sedangkan misi yang ditetapkan adalah untuk mencetak tenaga profesional yang bertanggung jawab dan mengedepankan Kemanusiaan serta dalam menetapkan sasaran harus terukur, dalam arti kemungkinan besar dapat dilaksanakan dan berhasil dapat dipenuhi/tercapai.

STIKES A. Yani Yogyakarta dirancang sebagai lembaga pendidikan berwawasan internasional, yang berstandar tuntutan-tuntutan global. Yang dimaksudkan adalah mencetak tenaga medis profesional yang tidak gagap teknologi, dengan menguasai secara mahir teknologi informatika, memiliki kesanggupan berkmunikasi global, dengan bahasa internasional, diwajibkan menguasai bahasa Inggris, dengan hasil test TOEFL diatas rata-rata, dan siap untuk terjun dipasar Internasional.

Alamat :
Jl. Ringroad Barat, Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55294
Telp. (0274) 4342000 (Hunting) Fax. (0274) 4342542
Email: info@stikesayaniyk.ac.id




Kemenkes Meneliti Obat Baru Tuberkulosis dari Jepang

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, dr Tjandra Yoga Aditama mengatakan, obat yang kini digunakan untuk mengobati Multi Drug Tuberkulosis (MDR TB) sudah tidak berefek ampuh. MDR TB merupakan Tuberkulosis yang sudah kebal pada obat yang kini biasa digunakan. Oleh karena itu, diperlukan obat baru yang dapat mengobati TB.

Ia mengatakan, saat ini Jepang sudah membuat satu obat TB baru yang bernama Delamanide. Dalam penelitian, obat tersebut dinilai berhasil cukup baik meningkatkan konversi kultur sputum sebesar 50% dan penurunan kematian hingga 75%. Obat Delamanid ini tergolong nitroimidazole yang bekerja menghambat mycolic acid dan tidak memiliki resistensi silang dengan obat anti TB yang lain.

"Obat ini sudah masuk dalam guideline WHO pada Oktober 2014. Rencananya, akan dilakukan penelitian selanjutnya terkait obat TB, termasuk di Indonesia," katanya.

Selain obat untuk MDR TB, di Jepang juga diproduksi cara mendiagnosis TB yang baru yang bernama LAM (lipoarabinoman). Kelebihan tehnik ini disampaikan dokter Tjandra, diantaranya memiliki afinitas tinggi untuk diagnosis dan memonitor pengobatan. Tidak ada reaktifitas silang sehingga cukup sensitif, menggunakan bahan sample sputum dan bukan darah. Hasil dari obat ini didapat dirasakan cukup dalam 1 hari. "Saat ini sedang dilakukan penelitian tentang LAM ini di Indonesia."

-->

Poltekkes Riau

Visi dan Misi

Poltekkes Riau
Ketetapan MPR mengamanatkan perlu dilakukan pembaharuan melalui reformasi total kebijakan pembangunan dalam segala bidang. Untuk bidang kesehatan pembaharuan tersebut telah ditetapkan gerakan pembangunan berwawasan kesehatan sebagai strategi pembangunan nasional untuk mewujudkan Visi Kementerian Kesehatan tahun 2010-2014 adalah "Masyarakat Sehat yang mandiri dan berkeadilan".Visi tersebut akan dicapai melalui misi (1) Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat termasuk swasta dan masyarakat madani, (2) Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan, (3) Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan dan (4) Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik.

Dalam upaya mendukung misi Kementerian Kesehatan dan untuk mencapai visi badan PPSDM Kesehatan, maka telah disusun misi Badan PPSDM Kesehatan sebagai berikut (1) Memenuhi jumlah, jenis dan mutu SDM Kesehatan sesuai dengan yang direncanakan dalam mendukung penyelenggaraan pembangunan kesehatan; (2) Menyerasikan pengadaan SDM melalui pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan SDM Kesehatan dalam mendukung pembangunan kesehatan; (3) Menjamin pemerataan, pemanfaatan, dan pengembangan SDM Kesehatan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat; (4) Meningkatkan pembinaan dan pengawasan mutu SDM Kesehatan; (5) Memantapkan manajemen dan dukungan kegiatan teknis serta sumber daya pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan.

Untuk mewujudkan sumber daya manusia kesehatan yang professional dan kompeten di bidangnya, maka diperlukan suatu upaya guna menjamin mutu institusi pendidikan tenaga kesehatan. Salah satunya adalah menentukan kebijakan dan rencana strategis yang mengacu pada visi dan misi Poltekkes Kemenkes Riau

VISI POLTEKKES KEMENKES RIAU


“Menjadikan pusat pendidikan vokasional bidang kesehatan di Propinsi Riau yang mampu bersaing di tingkat regional”


MISI POLTEKKES KEMENKES RIAU

Untuk mewujudkan VISI tersebut diatas, disusun beberapa MISI untuk menyelenggarakan pendidikan vokasional, yaitu :
  1. Menyelenggarakan pendidikan kesehatan untuk menghasilkan lulusan  yang berkualitas, beriman dan bertaqwa.
  2. Melaksanakan penelitian terapan di bidang kesehatan yang berguna bagi masyarakat
  3. Melaksanakan pengabdian masyarakat dan pemanfaatan iptek bidang kesehatan untuk perubahan perilaku hidup sehat
Alamat :

Jl. Melur No.103 Pekanbaru - Riau
0761-36581
0761-20656
info@poltekkesriau.ac.id

poltekkespekanbaru@yahoo.co.id
www.poltekkesriau.ac.id


 

Daftar Poltekkes Se Indonesia

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI Nomor 298/Menkes-Kesos/SK/IV/2001 tanggal 16 April 2001, maka diadakan reorganisasi institusi-institusi pendidikan kesehatan di bawah Departemen Kesehatan dan Kesejateraan Sosial (sekarang Kementerian Kesehatan) menjadi Politeknik Kesehatan Departemen Kesehatan, yang selanjutnya berubah menjadi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) atau yang biasa disingkat menjadi Poltekkes.

Berikut daftar Pilteknik Kesehatan Kementerian Kesehatan :

 Download Alamat Poltekkes Lengkap


Poltekkes Banten

Visi :
Menghasilkan lulusan yang unggul, profesional dan religius

Misi :
  1. Melaksanakandan mengembangkan pendidikan yang dilandasi nilai-nilai moral dan agama
  2. Menyelenggarakan proses pendidikanyang bermutu sesuai standar nasional pendidikan
  3. Melaksanakan kegiatan penelitiandan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.
  4. Melaksanakan kegiatan penelitian dan kemitraan dengan berbagai sektor baik regional, nasional maupun internasional
  5. Melaksanakan pengelolaan sumber daya perguruan tinggi yang mendukung terciptanya pelayanan primakepada civitas poltekkes dan masyarakat

Program Studi:

  1. Analisi Kesehatan
  2. Kebidanan
  3. Keperawatan

Alamat :

Jl. Syech Nawawi Al-Bantany Desa Banjarsari
Kec. Cipocok Jaya Kota Serang Banten Telp./Fax. 0254-257776

Poltekkes Surakarta

VISI
Poltekkes Surakarta
Politeknik Kementerian Kesehatan Surakarta menjadi Perguruan Tinggi Kesehatan Terkemuka yang bertaraf Internasional, Unggul Lulusannya dan Kompetentif ditingkat global.

MISI
  1. Menyelenggarakan program pendidikan tinggi kesehatan berbasis kompetensi yang  bertaraf internasional.
  2. Mengembangkan tata kelola penyelenggaraan pendidikan tinggi kesehatan yang mandiri, akuntabel dengan jaminan mutu.
  3. Mengembangkan pendidikan tinggi kesehatan berbasis penelitian yang mempunyai daya ungkit dan daya kait dalam peningkatan mutu pendidikan dan layanan kesehatan.
  4. Menyelenggarakan upaya pengabdian masyarakat melalui penerapan IPTEK dalam pelayanan dan pendidikan bidang kesehatan.
  5. Mengembangkan upaya kemitraan dan kewirausahaan dalam menunjang peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

TUJUAN
  1. Menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang kompeten, professional, bermutu, dengan mineset global dan kompetetif melalui penyelenggaraan pendidikan berbasis kompetensi yang bertaraf internasional.
  2. Meningkatkan kegiatan penelitian sebagai landasan penyelenggaraan pendidikan dan mengembangkan IPTEK bidang kesehatan.
  3. Mengembangkan networking penelitian ilmu terapan bidang kesehatan baik dalam skala regional, nasional maupun internasional.
  4. Mengembangkan tata kelola yang berstandar ISO dalam manajemen penyelenggaraan pendidikan tinggi bidang kesehatan.
  5. Menyelenggarakan pengelolaan program pendidikan tinggi kesehatan yang transparan, akuntabel dan mandiri dengan pengembangan badan layanan umum.
  6. Mengembangkan peningkatan status kelembagaan institusi maupun pengembangan program studi pendidikan tinggi bidang kesehatan.
  7. Menyelenggarakan upaya pengabdian masyarakat melalui penerapan IPTEK pendidikan kesehatan yang dapat menunjang kesejahteraan masyarakat.
  8. Menyelenggarakan upaya pengabdian masyarakat melalui bidang usaha pelayanan kesehatan dalam rangka menunjang kesejahteraan masyarakat.
  9. Mengembangkan upaya penyelenggaraan pendidikan kesehatan berbasis kinerja yang menunjang peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
  10. Mengembangkan upaya deversifikasi usaha dan kewirausahaan dalam menunjang peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Pengelola Program D IV Bidan Pendidik


Fasilitas
Untuk mendukung proses belajar mengajar dan  kegiatan lainnya serta menciptakan lulusan yang siap pakai, selain sarana dan prasarana standar seperti ruang kelas, perkantoran, auditorium dll; Jurusan Kebidanan menyediakan fasilitas-fasilitas antara lain sbb:
  • Laboratorium Umum
  • Laboratorium Pemeriksaan Ibu Hamil
  • Laboratorium Bersalin
  • Laboratorium Bayi dan Anak

Program Studi D III Terapi Wicara



Dikarenakan beberapa tahun terakhir ini populasi klien yang membutuhkan pelayanan Terapi Wicara seperti : stroke, trauma kepala, anak dengan kebutuhan khusus yang mengalami gangguan bicara atau keterlambatan bicara, seperti ADHD, Autisme, Cerebral Palsy, dll, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Jumlah Terapis Wicara yang ada di Indonesia saat ini tidak mencukupi bila dibandingkan banyaknya jumlah kasus yang harus ditangani. Jumlah Terapis Wicara yang ada saat ini di Indonesia berjumlah 353 terapis membuktikan bahwa profesi ini masih langka, mengingat rasio terapis wicara dan penduduk Indonesia adalah 1:623.500. Dengan demikian peluang bekerja baik di sektor negeri atau swasta sangat besar. Menyikapi kondisi diatas, Politeknik Kesehatan Surakarta dibawah Departemen Kesehatan R.I membuka program studi baru, yaitu Program D III Terapi Wicara, yang dikelola oleh Jurusan Okupasi Terapi Poltekkes Surakarta.
Pelayanan terapi wicara merupakan tindakan yang diperuntukkan bagi individu yang mengalami gangguan komunikasi termasuk didalamnya adalah gangguan berbahasa bicara dan gangguan menelan. Pelayanan terapi wicara ini dilakukan oleh profesional yang telah memiliki keahlian khusus dan diakui secara nasional serta telah mendapatkan ijin praktek dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Profesi terapi wicara disebut sebagai Terapis Wicara (Speech Therapist). Pelayanan Terapi Wicara meliputi:
  • Asesmen atau pemeriksaan
  • Pembuatan program terapi
  • Pelaksanaan program terapi
  • Evaluasi program terapi
  • Evaluasi Gabungan (dengan profesi lain)
  • Rujukan ke ahli lain (jika perlu)
Terdapat 5 ( lima ) aspek yang menjadi bidang terapis wicara, yaitu: gangguan artikulasi, gangguan berbahasa, gangguan bersuara, gangguan irama kelancaran, serta gangguan menelan. Program D III Terapi Wicara didukung oleh tenaga pengajar lulusan dalam dan luar negeri, klinisi terapis wicara yang berpengalaman didalam bidangnya serta tenaga pengajar dari profesi lain yang berkaitan dengan bidang terapi wicara.
Terapis wicara dapat bekerja di rumah sakit negeri maupun swasta, klinik stroke, klinik anak dengan kebutuhan khusus, institusi pendidikan/sekolah, institusi rehabilitasi, dan praktek pribadi. Gelar yang diperoleh setelah menyelesaikan program pendidikan ini adalah Ahli Madya Terapi Wicara (Amd.TW).

Fasilitas
Untuk mendukung proses belajar mengajar dan  kegiatan lainnya serta menciptakan lulusan yang siap pakai, selain sarana dan prasarana standar seperti ruang kelas Full AC, ruang dosen, administrasi dan ruang rapat, dll; Jurusan Terapi Wicara menyediakan fasilitas-fasilitas antara lain sbb:
  • Laboratorium Terapi Wicara
  • Laboratorium Pemeriksaan Pendengaran
  • Laboratorium Latihan Bicara
  • Alat Bantu Dengar
  • Fasilitas Olah Raga dan Ibadah

Program Studi D III Terapi Wicara



Dikarenakan beberapa tahun terakhir ini populasi klien yang membutuhkan pelayanan Terapi Wicara seperti : stroke, trauma kepala, anak dengan kebutuhan khusus yang mengalami gangguan bicara atau keterlambatan bicara, seperti ADHD, Autisme, Cerebral Palsy, dll, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Jumlah Terapis Wicara yang ada di Indonesia saat ini tidak mencukupi bila dibandingkan banyaknya jumlah kasus yang harus ditangani. Jumlah Terapis Wicara yang ada saat ini di Indonesia berjumlah 353 terapis membuktikan bahwa profesi ini masih langka, mengingat rasio terapis wicara dan penduduk Indonesia adalah 1:623.500. Dengan demikian peluang bekerja baik di sektor negeri atau swasta sangat besar. Menyikapi kondisi diatas, Politeknik Kesehatan Surakarta dibawah Departemen Kesehatan R.I membuka program studi baru, yaitu Program D III Terapi Wicara, yang dikelola oleh Jurusan Okupasi Terapi Poltekkes Surakarta.
Pelayanan terapi wicara merupakan tindakan yang diperuntukkan bagi individu yang mengalami gangguan komunikasi termasuk didalamnya adalah gangguan berbahasa bicara dan gangguan menelan. Pelayanan terapi wicara ini dilakukan oleh profesional yang telah memiliki keahlian khusus dan diakui secara nasional serta telah mendapatkan ijin praktek dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Profesi terapi wicara disebut sebagai Terapis Wicara (Speech Therapist). Pelayanan Terapi Wicara meliputi:
  • Asesmen atau pemeriksaan
  • Pembuatan program terapi
  • Pelaksanaan program terapi
  • Evaluasi program terapi
  • Evaluasi Gabungan (dengan profesi lain)
  • Rujukan ke ahli lain (jika perlu)
Terdapat 5 ( lima ) aspek yang menjadi bidang terapis wicara, yaitu: gangguan artikulasi, gangguan berbahasa, gangguan bersuara, gangguan irama kelancaran, serta gangguan menelan. Program D III Terapi Wicara didukung oleh tenaga pengajar lulusan dalam dan luar negeri, klinisi terapis wicara yang berpengalaman didalam bidangnya serta tenaga pengajar dari profesi lain yang berkaitan dengan bidang terapi wicara.
Terapis wicara dapat bekerja di rumah sakit negeri maupun swasta, klinik stroke, klinik anak dengan kebutuhan khusus, institusi pendidikan/sekolah, institusi rehabilitasi, dan praktek pribadi. Gelar yang diperoleh setelah menyelesaikan program pendidikan ini adalah Ahli Madya Terapi Wicara (Amd.TW).

Fasilitas
Untuk mendukung proses belajar mengajar dan  kegiatan lainnya serta menciptakan lulusan yang siap pakai, selain sarana dan prasarana standar seperti ruang kelas Full AC, ruang dosen, administrasi dan ruang rapat, dll; Jurusan Terapi Wicara menyediakan fasilitas-fasilitas antara lain sbb:
  • Laboratorium Terapi Wicara
  • Laboratorium Pemeriksaan Pendengaran
  • Laboratorium Latihan Bicara
  • Alat Bantu Dengar
  • Fasilitas Olah Raga dan Ibadah

Jurasan dan Program Studi yang tersedia bisa dilihat di sini.

Alamat :

JL. Letjend Sutoyo, Mojosongo, Surakarta 57127
Telp. (0271) 856929 & Fax (0271) 855388

-->