Giliran Ambil Nomor Molor

Posted by Poltekkes

Molornya pengumuman kelulusan bahan, berdampak kepada tertundanya pengambilan nomor tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Di Pemprov Jambi yang seharusnya kemarin sudah mulai pengambilan nomor, terpaksa diundur hari ini. Demikian juga halnya dengan di Muarojambi. Hal yang sama juga terjadi di beberapa daerah, seperti Tebo, Bungo, Merangin, Batanghari dan daerah lainnya. Meskipun kabupaten tersebut melakukan pengumuman lulus seleksi bahan tepat waktu.

Tertundanya pengambilan nomor ini mengundang kekecewaan pelamar. ’’Katanya di koran tanggal 1 sudah mulai mengambil nomor, tapi kami ke sana, ternyata belum,’’ gerutu salah seorang pelamar.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi melalui Sekretaris BKD Provinsi Jambi, Eny Suhartaty dikonfirmasi kemarin mengaku para pelamar yang lulus seleksi administrasi bisa mulai mengambil nomor tes tertulis pada hari ini, Kamis (02/12) hingga Jumat (03/12).

‘’Ada meja-meja yang telah disediakan di sekitar Kantor BKD Provinsi Jambi untuk pengambilan nomor ini,’’ terangnya.

Dikatakannya, bagi yang pelamarnya banyak hanya di satu meja. Dan untuk yang sedikit kemungkinan digabung dengan formasi lain.

‘’Syarat untuk mengambil nomor tes tersebut, bagi pelamar harus membawa resi asli pengiriman berkas lamaran dari kantor pos, pas photo hitam putih ukuran 3X4 sebanyak satu lembar, foto copy KTP,’’ terangnya.

Ditekankannya, lagi, bahwa pengambilan nomor tes tidak bisa diwakilkan, harus mengambil sendiri. ‘’Kita akan mulai membuka loket pengambilan nomor tes pada pukul 09.00 WIB hingga sore hari,” jelasnya.

Disinggung mengenai persiapan pelaksanaan seleksi tertulis, menurut Eny saat ini pihaknya sedang melakukan penetapan kode tempat ujian dan pemantapan para pengawas ujian.

“Jumlah pengawas yang akan mengawasi sekitar 500 orang. Dengan perbandingan satu orang untuk mengawasi 40 peserta,” tuturnya.

Sedangkan untuk lokasi ujian yakni di GOR Kotabaru, Stadion KONI, Kampus STIE Ikabama, Kampus Unbari, Kampus Poltekkes, AAK, AKL, Gedung Badiklatda, kampus STIE Muhammadiyah dan berbagai tempat lainnya. Saat ditanyakan penyebab dari kebanyakan para pelamar yang tidak memenuhi syarat (TMS) seleksi administrasi, hal itu dikarenakan ketidaksesuaian ijazah yang dimiliki dengan formasi yang dilamar.

“Mungkin mereka ingin berspekulasi. Padahal secara sistem itu tidak akan mungkin dilakukan. Karena sudah ada ketetapan formasi yang tersedia itu untuk lulusan apa saja,” pungkasnya.

Dari Batanghari dilaporkan, ratusan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup pemerintahan Kabupaten Batanghari mulai mengambil nomor tes di Kantor BKD Batanghari dan mereka rela berdesak-desakan.

Pantauan di lapangan panitia juga kewalahan melayani para pelamar yang mengambil nomor tes tersebut. Meskipun lokasi pengambilan nomor tes telah disiapkan dan dibagikan sesuai formasi, namun dikarena banyaknya pelamar membuat pengambilan nomor tes jadi berdesakkan.

Hal tersebut dikarenakan jadwal pengambilan nomor tes yang seharusnya dimulai pagi hari namun ditunda mulai jam 1 siang. Sehingga pelamar berdesakkan dikarenakan mereka sudah lama antrean di lokasi pengambilan nomor tes.

Untuk mendapatkan nomor tes tersebut para pelamar yang dinyatakan lulus membawa bukti resi asli pengiriman dari kantor pos dan Fotocopi KTP.

Salah satu pelamar CPNS Hendri mengatakan, kalau dirinya sengaja mengambil nomor tes ini hari pertama karena takut nantinya pengambilan nomor tes berdesakkan.

Saya berharap dengan mengambil nomor tes hari pertama tidak berdesakan ternyata malah lebih parah lagi dan kita harus berhimpitan dan berpanasan," keluhnya.

Dikatakan dia, berdesakannya para pelamar ini dikarenakan pengambilan nomor tes ditunda. Seharusnya dimulai dari pagi tadi ternyata dimulai jam 1.

Terpisah Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Zukri ketika dikonfirmasikan mengatakan, tertundanya pengambilan nomor tes hingga jam 1 ini dikarenakan pembuatan nomor tes belum selesai sehingga kita tunda jam 1.

Kalau nomor tes sudah selesai di cetak tentu saja sejak pagi sudah kita berikan. Namun karena belum selesai makanya kita mulai jam 1," jelasnya. ia menambahkan, tertundanya pengambilan nomor tes ini dikarenakan banyaknya pelamar yang mendaftar dan lulus administrasi hingga 6.000 lebih.

Karena banyaknya pelamar makanya pencetakan pembuatan nomor tes terlambat, ‘’ ujarnya.

Dilaporkan juga, sebanyak tiga formasi kosong. Kepala BKD Kabupaten Batanghari Drs Ariansah ketika ditemui sejumlah wartawan menjelaskan tiga formasi jabatan yang kosong dan tidak ada pelamar diantaranya untuk tenaga guru kesenian seni lukis tamatan S1, tenaga kesehatan formasi pranata labor tamatan DIII, dan dan tenaga teknis elektro tamatan DIII. tiga formasi inilah yang kososng hingga batas akhir pendaftaran dan pengumuman kelulusan administrasi tak ada peminat"jelasnya. Masih dikatakan dia, formasi yang kosong ini tidak bisa digantikan ke formasi lain, karena saat pengajuan ke Menpan tiga formasi ini dibutuhkan Pemkab Batanghari.

"Karena formasi ini tak ada pelamarnya, maka kita biarkan saja"ujarnya.

Dari Bungo juga dilaporkan, ribuan peserta pelamar CPNS yang dinyatakan lulus seleksi bahan mengaku kecewa dengan keputusan BKD Bungo yang menunda pemberian nomor tes CPNS yang seyogayanya menurut jadwal semula dimulai pada sejak tanggal 1 hingga 3 Desember besok.

“Kecewa juga dengan penundaan ini karena saya datang jauh-jauh dari luar Kabupaten Bungo hanya untuk mengambil nomor tes yang sesuai dengan diumumkan, “ungkap Rusmiati yang mengaku terpaksa mencari tempat menginap di Bungo karena jarak yang jauh.

Sementara itu, Sekretaris panitia penerimaan CPNS Bungo, Yeni Darti, kepada harian ini mengatakan, diundurnya jadwal pengambilan nomor tes ini bukanlah karena kesengajaan. Karena menurutnya panitia masih harus menyelesaikan beberapa hal yang sangat penting. Diantaranya adalah penyelesaian perlengkapan pas poto peserta yang memakai Jilbab yang pada awalnya menjadi permasalahan. Selain itu, hingga pagi kemarin, kesiapan nomor tes peserta belum seratus persen.

Untuk Bungo kan sesuai dengan peraturan awal tidak dibenarkan memakai tutup kepala untuk pas poto. Karena instruksi bupati, kita akhirnya mengakomodir peserta yang pas potonya memakai tutup kepala, “ terang Yeni.

ari Tanjabtim sendiri dilaporkan, juga terjadi penundaan pengambilan nomor tes. Otomastis kurun waktu pengambilan nomor test tersebut diperpendek, yakni hanya dua hari. Atas pengunduran jadwal pengambilan nomor test ini, para peserta mengaku sangat kecewa. Halimah, salah seorang pelamar mengaku jauh-jauh dating dari Kota Jambi untuk mengambil nomor test tersebut. Namun, setelah sampai ke Kantor BKD Tanjabtim dia bersama para pelamar lainnya disambut dengan pengumuman pengunduran waktu pengambilan nomor test tersebut yang ditempel di pintu masuk Kantor BKD Tanjabtim. ‘’Saya tidak diberi tahu ada perubahan jadwal ini. Jauh-jauh datang dari Jambi dengan sepeda motor, eh,,,taunya diundur,’’ kata Halimah lulusan S1 Ekonomi Manajemen itu.

eltu Sekda Tanjabtim Drs H Darminto saat dikonfirmasi terkait pengunduran jadwal pengambilan nomor test ini mengatakan, lantaran adanya pengirman data berkas yang lulus verifikasi administrasi susulan. Sehingga, pengunduran jadwal pengambilan nomor test ini diundur agar pengambilan nomor test bisa berlangsung serentak,

‘’Karena ada sambungan dari berkas data yang dikirm belakangan. Jadi biar pengambilan nomor test bisa berlangsung secara serentak, maka diundur satu hari pengambilan nomor testnya,’’ kata Darminto kemarin.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, jumlah pelamar CPNS yang lolos berkas di Kabupaten Tanjabtim bertambah. Jika pada pengumuman peserta yang lolos berkas pada Selasa (30/11), untuk tenaga guru yang lolos berkas sebanyak 606, bertambah sebanyak 4 orang, sehingga menjadi 610. Tenaga kesehatan dari semula 415 bertambah 8 orang, total menjadi 423. Sedangkan tenaga teknis dari 843 bertambah 28, sehingga menjadi 871. Dengan demikian total yang lolos berkas bertambah menjadi 1.904. Sedangkan pada pengumuman sebelumnya 1.864, atau bertambah sebanyak 40 orang. Untuk jumlah berkas yang masuk ke BKD Tanjabtim yakni sebanyak 3.643. Dengan demikian yang tak lolos berkas sebanyak 1.739.

10 untuk tenaga kesehatan yang lolos berkas itu akan memperbutkan 124 formasi. Sementara 423 tenaga kesehatan yang lolos berkas itu memperebutkan 101 formasi. Sedangkan 871 untuk tenaga teknis yang lolos berkas itu memperebutkan 118. Jumlah keselurahan formasi yang diterima Pemkab Tanjabtim 343.

Dari Merangin juga dilaporkan terjadi penundaan pengambilan nomor tes. Penundaan ini juga membuat pelamar kecewa. ‘’Katanya pengambilan nomor tes mulai hari ini (kemarin), tapi katanya di tunda,” ungkap salah seorang pelamar, Nur.

Saat di konfirmasikan penundaan pendistribusian nomor tes tersebut pada pihak BKD Merangin, melalui Kasubag Umum dan Kepegawaian, Syafrizal, mengatakan penundaan tersebut di karenakan nomor tes yang belum selesai di cetak. Akan tetapi di pastikannya penundaan hanya berlangsung selama satu hari, sementara mulai hari ini pengambilan nomor tes sudah mulai bisa di laksanakan.

Kepala BKD Muarojambi melalui Kabid Pengadaan Pegawai, Havid Dwiril s.kom, Havid mengatakan bahwa untuk pengambilan nomor ujian dapat diambil mulai hari ini di BKD Muarojambi dengan menunjukkan kwitansi pengiriman dari pos. ''mulai hari ini, dapat diambil, yang bersangkutan sendiri yang harus mengambil dengan menunjukkan Resi pos dan KTP, tempat pengambilan yaitu di Gedung Serbaguna Bukit Cinto Kenang Muarojambi,''ujar havid.

Sementara itu untuk jadwal ujian sendiri telah ditetapkan pada hari minggu tanggal 5 Desember 2010 pukul 8 pagi, serentak seluruh Provinsi Jambi. ''Untuk tempat ujian akan langsung tertera pada kartu ujian peserta, dengan membawa alat tulis seperti pensil 2b dan berpakaian rapi dan sopan,'' imbuh Havid.

Dari Tebo juga dilaporkan, pengambilan nomor tes dilakukan hari ini. Hal ini diungkapkan oleh Izhar, Kepala BKD Kabupaten Tebo. Menurutnya, semua pelamar harus tepat waktu mengambil nomor ujiannya tersebut jika tak ingin dinyatakan gugur. Tiga hari waktu pengambilan nomor ujian yang disediakan panitia harus ditaati oleh pelamar.

”Nomor ujian diambil langsung oleh pelamar yang bersangkutan dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk dan resi bukti pengiriman surat lamaran dari pos.
Bagi mereka yang tidak mengambil nomor ujian pada waktu yang ditentukan itu dinyatakan gugur,” jelasnya.

Sementara itu, dari Kerinci dilaporkan, menjelang ujian seleksi CPNS 5 desember mendatang jumlah transaksi di Perum Pegadaian Cabang Sungaipenuh meningkat tajam. Lonjakan transaksi tersebut berpuncak pada bulan oktober 2010 lalu yang mencapai lebih dari Rp. 4 miliar dana yang tersalurkan.

Hanya saja, Manajer Perum Pegadaian Sungaipenuh, Irving mengaku tidak tahu menahu dana yang didapatkan dari Perum pegadaian tersebut akan digunakan untuk keperluan apa.

‘’Itu tidak urusan kita, kita hanya membantu dan melayani, kegunaannya itu tidak urusan kita lagi,’’ jelasnya.

Sedangkan untuk jaminan, ia mengatakan ada beberapa jenis barang yang mendominasi diantaranya adalah emas, motor dan barang elektornik lainnya.

Hanya saja, dari informasi yang dihimpun harian ini, warga yang mendatangi pegadaian Kota Sungaipenuh akhir-akhir ini adalah warga yang membutuhkan jumlah dana yang cukup besar untuk melakukan lobi untuk kelulusan seleksi CPNS di Kota Sungaipenuh dan Kerinci.

‘’Kita melakukan transaksi di pegadaian, untuk dana ikut seleksi CPNS,’’ ujar salah seorang warga Kerinci yang namanya tidak mau ditulis harian ini.

Related Post



Posting Komentar