Politeknik Kesehatan Kemenkes

Selasa, 16 April 2013

Kemenkes Pastikan tidak Ada Wabah di Tambrauw

Tim Investigasi Kemenkes yang telah mengunjungi sejumlah kampung di Distrik Kwor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, memastikan tidak pernah terjadi bencana kelaparan di sana.

Sebelumnya sejumlah LSM di Papua Barat melaporkan telah terjadi kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah kampung pada distrik tersebut yang telah menewaskan 95 orang.

"Usai diverifikasi, tim memastikan tidak ada bencana kelaparan di sana. Hasil panen di sana malah tergolong melimpah," sebut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes Murti Utami lewat surat elektronik, Jumat (12/4).

Menurut Murti, di ketiga kampung yang sebelumnya diberitakan terjadi bencana kelaparan dan gizi buruk, yakni di Kampung Jokbijoker, Mbatde, dan Kwesefo malah baru saja panen. Hasil kebun seperti ubi-ubian (kasbi, keladi, petatas), pisang, sagu, jagung, buah-buahan dan bermacam sayuran cukup melimpah di ketiga kampung tersebut.

Tim memang menemukan beberapa kasus kematian. Namun jumlahnya tidak mencapai puluhan seperti yang diisukan. Hasil investigasi mencatat terdapat 7 warga kampung Jokbijoker meninggal.

Jumlah ini merupakan akumulasi dari kematian tahun sebelumnya, sedangkan jumlah kematian periode triwulan I tahun 2013 adalah 2 orang terdiri dari 1 orang ibu hamil dan 1 orang Lansia. Dengan demikian tidak terbukti adanya Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sedangkan tim yang diturunkan ke Kwesepo melaporkan tidak ditemukan adanya kematian pada tahun 2013. Kejadian kematian hanya terjadi pada tahun 2012 sebanyak 3 orang dan tahun 2011 sebanyak 3 orang.

Adapun jenis penyakit yang sering menyerang warga utamanya adalah ISPA, cacingan, malaria, anemia, penyakit kulit, dan diare. Hal ini disebabkan karena kurangnya pelayanan kesehatan akibat geografis wilayah yang sangat sulit.

Dalam mendata, lanjut Murti, Tim Investigasi mengumpulkan data primer melalui wawancara langsung dengan penderita, penduduk setempat atau petugas kesehatan yang mengetahui adanya kejadian kesakitan, kematian, dan masalah gizi. Selain itu juga dilakukan observasi lingkungan pada lokasi kejadian.

Sementara data sekunder diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tambrauw, Bidan desa dan data dari pelayanan kesehatan lainnya yang berada di wilayah dugaan KLB serta laporan dari pemerintah setempat. (Cornelius Eko Susanto)

-->
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Buku CPNS 2021

Tryaout CPNS 2021